Senin, 30 Juli 2012

Kurang tidur lemahkan kemampuan otak



Tak hanya memiliki efek buruk terhadap kesehatan, kurang tidur juga membuat kemampuan kerja menurun. Terutama terkait kemampuan kerja visual kompleks.

Itu terungkap dalam hasil studi terbaru yang diadakan selama beberapa minggu di Brigham and Women's Hospital di Boston. Para peneliti menjadikan beberapa karyawan sebagai sampel penelitian.

Minggu pertama, mereka semua diminta tidur 10 hingga 12 jam per hari. Selama tiga minggu berikutnya, jam tidur dipangkas menjadi lima hingga enam jam per hari. Setelah itu mereka diminta mengerjakan tes visual yang membutuhkan ketelitian serta ketangkasan.

"Semakin lama seseorang terjaga, semakin lambat kemampuan mengidentifikasi info penting. Bahkan, kemampuan itu semakin buruk selama periode jam tidur biologis, pukul 00.00 sampai 06.00," kata Jeanne Duffy, ahli syaraf, dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Vision.

Dikutip indianexpress.com, peneliti merasa perlu melakukan penelitian ini, karena melihat banyaknya bidang pekerjaan terkait keselamatan yang membutuhkan kemampuan visual yang baik. Mulai dari pekerja air traffic control, petugas kontrol pusat nuklir, hingga petugas skrining bagasi di bandara.













Tidur Picu Kematian Dini Dalam sejumlah jurnal ilmiah, tidur dianggap sebagai momentum penting bagi sel-sel tubuh yang rusak melakukan perbaikan. Kurang tidur akan membuat zat antibodi tidak bekerja maksimal sehingga tubuh mudah sekali terserang penyakit.

Penelitian Universitas Warwick dan Universitas Federico II di Naples bahkan terang-terangan menyebut bahwa kurang tidur berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti stroke, gangguan jantung, dan diabetes. Kurang tidur memicu kematian dini.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus tidur sebanyak-banyaknya. Terlalu banyak tidur juga memiliki efek buruk serupa. Durasi tidur malam ideal yang disarankan adalah sekitar delapan jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar