Senin, 30 Juli 2012

Melihat kepribadian seseorang dari posisi tidur

Setiap orang memiliki posisi tidur favorit. Tak sekadar mendaratkan tubuh ke kasur, posisi tubuh saat beristirahat juga bisa mengungkap kepribadian seseorang.

Profesor Chris Idzikowski, konsultan masalah tidur di Inggris, menganalisis enam posisi tidur yang paling umum di antara 1.000 orang. Ia menemukan masing-masing posisi terkait dengan ciri kepribadian yang khas.

"Penelitian ini juga menemukan bahwa kebanyakan orang tidak mengubah posisi tidur dalam waktu sangat lama. Hanya lima persen yang mengatakan tidur dalam posisi yang berbeda setiap malam," kata Idzikowski.

Berikut enam posisi tidur dan kecenderungan karakternya, seperti dikutip WebMD.

Fetus - 41%Posisi tidur meringkuk seperti janin di rahim ini merupakan posisi tidur paling jamak di antara lima posisi tidur lainnya.
· Terlihat kuat dari luar, tapi sebenarnya adalah sosok yang sangat rapuh.
· Cenderung malu-malu saat bertemu orang baru, tapi segera relaks dan terbuka setelah adaptasi.
· Wanita dua kali lebih banyak yang memiliki kebiasaan tidur seperti ini dibanding pria.

Login - 15%Merupakan posisi tidur berbaring menyamping dengan posisi lengan terjaga di sisi tubuh, sementara kaki lurus ke bawah. 
· Cenderung memiliki karakter santai atau easy going
· Suka bersosialisasi dan bertemu orang baru.
· Mudah percaya dengan orang, jika tak hati-hati menjadi gampang tertipu.

Yearner - 13%Tidur miring dengan posisi badan sedikit condong ke depan dengan posisi tangan membentuk sudut 90 derajat dengan tubuh.
· Memiliki sifat terbuka
· Mudah curiga, dan cenderung sinis.
· Lambat mengambil keputusan, tapi ketika sudah memutuskan, tidak akan pernah mengubahnya.

Soldier - 8%Berbaring telentang dengan kedua lengan menempel di samping tubuh.
· Cenderung tenang dan pendiam.
· Tidak suka keributan atau sesuai yang dibuat-buat.
· Suka mengatur diri sendiri dan orang lain dengan standar yang tinggi.

Freefaller - 7%Tidur tengkurap dengan kedua tangan tersampir di atas bantal. Sementara kepala berpaling ke satu sisi.
· Ramah, hangat, dan sagat percaya diri.
· Sesekali bisa sangat menyebalkan.
· Tidak suka kritik, atau situasi yang ekstrem.

Starfish - 5%Sama seperti freefaller, tapi badan menghadap ke atas. Berbaring dengan posisi tangan di samping kepala.
· Seorang sahabat yang baik.
· Selalu siap menjadi pendengar setia dan menawarkan bantuan ketika sahabat menghadapi masalah.
· Umumnya tidak ingin menjadi pusat perhatian.

Kurang tidur lemahkan kemampuan otak



Tak hanya memiliki efek buruk terhadap kesehatan, kurang tidur juga membuat kemampuan kerja menurun. Terutama terkait kemampuan kerja visual kompleks.

Itu terungkap dalam hasil studi terbaru yang diadakan selama beberapa minggu di Brigham and Women's Hospital di Boston. Para peneliti menjadikan beberapa karyawan sebagai sampel penelitian.

Minggu pertama, mereka semua diminta tidur 10 hingga 12 jam per hari. Selama tiga minggu berikutnya, jam tidur dipangkas menjadi lima hingga enam jam per hari. Setelah itu mereka diminta mengerjakan tes visual yang membutuhkan ketelitian serta ketangkasan.

"Semakin lama seseorang terjaga, semakin lambat kemampuan mengidentifikasi info penting. Bahkan, kemampuan itu semakin buruk selama periode jam tidur biologis, pukul 00.00 sampai 06.00," kata Jeanne Duffy, ahli syaraf, dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Vision.

Dikutip indianexpress.com, peneliti merasa perlu melakukan penelitian ini, karena melihat banyaknya bidang pekerjaan terkait keselamatan yang membutuhkan kemampuan visual yang baik. Mulai dari pekerja air traffic control, petugas kontrol pusat nuklir, hingga petugas skrining bagasi di bandara.













Tidur Picu Kematian Dini Dalam sejumlah jurnal ilmiah, tidur dianggap sebagai momentum penting bagi sel-sel tubuh yang rusak melakukan perbaikan. Kurang tidur akan membuat zat antibodi tidak bekerja maksimal sehingga tubuh mudah sekali terserang penyakit.

Penelitian Universitas Warwick dan Universitas Federico II di Naples bahkan terang-terangan menyebut bahwa kurang tidur berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti stroke, gangguan jantung, dan diabetes. Kurang tidur memicu kematian dini.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus tidur sebanyak-banyaknya. Terlalu banyak tidur juga memiliki efek buruk serupa. Durasi tidur malam ideal yang disarankan adalah sekitar delapan jam.